Artist adalah makhluk yang sangat mengagungkan MOOD, entah mengapa gejala mood dan tidak mood ini menjadi seperti seolah2 alasan untuk tidak mengerjakan sesuatu.
gw juga pasti sebagai artist pernah mengalami semua itu. Gejala mood dan tidak mood biasanya buat gw dialami pada saat “sepi” karena gw sebenarnya sangat tidak terbiasa dengan sepi.
Sendirian tanpa teman dalam satu ruangan mengerjakan deadline tanpa kontak dengan manusia lain seperti neraka buat gw.. dan biasannya itu awal dimana gw merasa “galau” dan jadi gak mood..
itu juga mengapa mood dan “baterai kreatifitas” gw sangat tergantung dengan “hati”.Ketika kondisi hati gw senang biasannya gw akan penuh dengan energy untuk mengerjakan ini itu, dengan kecepatan dewa gw akan menyelesaikan banyak deadline dan project..
tapi ketika kondisi hati sedang “runyam” sebagian besar waktu gw akan habis untuk tidur.. untuk duduk internetan pun bahkan gw berasa males banget.
Gw perhatikan dalam beberapa tahun ini hal yang terberat buat gw sebagai artist adalah bukan saat gw mengalami kerugian puluhan juta atau kehilangan aset karena kerampokan atau karena masalah pekerjaan lainnya..
ada 3 momen paling berat buat gw lalui sebagai artist.. dan semuannya menyangkut “pasangan hidup”
1. Pengejaran
Proses ini sebenarnya adalah proses paling menyenangkan.. mood kreatifitas tinggi sebenarnya tapi biasannya gw males ngapa2in
2. Awal Awal hubungan
Ini lumayan menghabiskan energy karena biasanya momen ini adalah momen buat gw kenal sama pasangan gw.. biasanya kurang asik karena bakalan sering “berantem”
3. Break up..
this is the lethal one.. paling mematikan dan paling lama prosesnya serta paling menghabiskan energy..
so.. itu daftar pengakuan “kelemahan” gw yang bikin gak produktif banget.. apa kelemahan loe yang bikin loe gak produktif..? share yukkk
its amazing how emotion can change our world..