Abis mampir ke blognya salah satu siswa Carrot Academy di sini
dan kebetulan lagi ngebahas yang lagi seru di jagat per tabletan… INKLING.. yup.. Inkling
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=fXbBA1DRE84&w=560&h=345]
Membuat sketsa di pen tablet bagi sebagian illustrator kadang tidak menyenangkan. Halaman monitor yang cenderung dinamis, membutuhkan usaha ekstra untuk melakukan preview hasil kerja. Alih-alih menuangkan ide, malah jadi repot untuk melakukan penyesuaian dengan peranti kerja, sehingga tidak maksimal.
Untuk itu, produsen pen tablet Wacom mengeluarkan peranti untuk menggabungkan kenyamanan melakukan sketsa di atas kertas apa pun dan kemudahan proses penyelesaian karya ilustrasi/ desain ke dalam digital, dengan mengeluarkan produk Inkling.
Produk terbaru pabrikan yang fokus mengembangkan peranti pen tablet itu menjadikan kertas gambar/ buku sketsa sebagai media utama, sehingga illustrator tidak perlu repot mem-preview karyanya. Dengan alat dan perlengkapan hanya sebesar kotak pensil kecil, Inkling mudah dibawa kemana saja, cukup dengan menjepitkan alat ke kertas dalam posisi horizontal maupun vertikal sesuai keinginan, kita bisa melakukan skesta di mana saja, untuk diselesaikan nantinya di komputer.
Inkling dilengkapi pulpen khusus dengan yang berisi tinta layaknya pulpen biasa yang bisa dijual di mini market, bedanya, pada pulpen Inkling, ada sensor yang dapat diterjemahkan oleh receiver khusus. Dengan begitu, sketsa yang kita buat di atas kertas diubah menjadi file digital bitmap, vektor dalam berbagai format gambar yang mendukung untuk pekerjaan desain.
Lalu apa bedanya dengan scanner? Buat saja sketsa di kertas biasa, lalu di-scan, sama saja ‘kan? Mungkin serupa, tapi tidak sama. Pada scanner, langkah ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum file bisa diolah, sedangkan file yang disimpan melalui Inkling bisa langsung diutak-atik di aplikasi seperti Adobe Photoshop dan Illustrator maupun di Skecthbook Pro keluaran Autodesk.
Asyiknya lagi, kita bisa memisahkan gambar yang satu dengan lainnya dengan layer, hanya dengan menekan tombol di receiver, sehingga sketsa yang butuh perlakuan khusus tidak tercampur satu dengan lainnya. Hal itu yang tidak dimiliki oleh scanner, setidaknya sampai saat ini.
Pembeli akan mendapatkan seperangkat alat berupa pulpen bertekanan (pen pressure) dengan tinta isi ulang warna hitam, receiver, baterai yang dapat di-charge ulang untuk pulpen dan receiver. Saat ini Inkling dibandrol dengan harga US$199. Tapi untuk membelinya, kita harus bersabar, karena produk tersebut baru ada di pasaran Amerika pada pertengahan September 2011. Untuk illustrator Indonesia? Masih diberi kesempatan mengumpulkan uang supaya Inkling bisa didapatkan.
Btw kapan nih hanvon..? eheheheh π
Iya ney, bener-bener gak sabar nunggu masuk ke Indonesia. Bikin ngiler soalnya…