How they get the money..?

dari dulu penasaran bagaimana si makko ini biar survive ( survive = duit) intinya gimana online publisher ini bisa hidup dan tercipta.. gak sengaja sore ini nemu link yang mayan kasih inpo bagus…

disana ditulis seperti ini :

Bacaan hiburan komik, dulu hanya bisa dinikmati dalam bentuk buku atau dalam media seperti koran atau majalah saja. Dengan harga yang cukup merogoh isi kantong banyak penggemarnya terutama anak sekolah, buku komik masih sulit dijangkau. Namun berkat teknologi internet yang lagi-lagi memberi kemudahan bagi manusia kini komik bisa dibaca secara online dan gratis. Satu – satunya perusahaan penerbitan komik online di Indonesia, adalah situs www.makko.co. Bukan hanya hadir sebagai satu-satunnya publishing komik online, makka juga berusaha mempopulerkan kembali komik Indonesia dalam semua judul ceritanya.
Makko merupakan situs yang menyajikan hiburan komik secara gratis lengkap dengan artikel. Dengan bantuan modal dari seorang investor sebesar 1 miliar rupiah, Makko didirikan pada bulan Oktober tahun 2010 oleh Sunny Gho, Managing Director Makko. Uwi Manthovani, selaku Chief Editor Makko dan Mehdi, Executive Director Makko. Walaupun media online sudah menjamur, namun kehadiran Makko sebagai komik online tidak bermaksud untuk mengganti posisi komik cetak. Komik online ini untuk mengatasi masalah distribusi yang tidak merata pada komik cetak. Nah, dengan komik online yang mereka buat dan dibaca secara gratis sehingga siapapun bisa baca komik.

Sarana Media Iklan Kreatif
Walapun disajikan secara gratis, bukan berarti tidak ada unsur bisnis di dalam komik online Makko. Sebaliknya setiap halaman cerita yang dibuat Makko dapat menghasilkan keuntungan. “Makko didirikan, dengan melihat peluang bisnis yang cukup menarik. Kita tidak melihat si komik online ini seperti komik cetak, habis baca cukup, dan langsung disimpan. Tapi komik online ini ke depannya, bisa didaur ulang menjadi film, iklan,” jelas Sunny Gho
Yang dibicarakan Sunny soal peluang usaha dari komik online buka isapan jempol semata karena Makko saat ini sudah menuai keuntungan dari bisnis komik onlinenya. Makko menawarkan bentuk iklan bukan hanya sekedar display. Tetapi, dengan cara yang baru dan menarik, yaitu menyajikan iklan secara generik dalam arti iklan masuk ke dalam cerita. Hal ini karena segmen Makko adalah kalangan remaja, sehingga tampilan iklan semacam advertorial yang bermain kata-kata atau display dihindari.
Dengan masuknya iklan dalam cerita, produk pengiklan akan muncul beberapa kali dalam cerita, amaka produk tersebut akan terekam oleh pembaca. Melalui komik online, makko juga termasuk perusahaan trans media untuk memasang iklan. “ Biasanya iklan di media lain hanya tampilan display saja. Di Makko, iklan akan masuk dalam cerita komik. Contohnya, seprti klien iklan kami, dari salah satu produk kendaraan. Produk mobil tersebut akan muncul dalam cerita, misalnya dikendarai oleh karakter tokoh utama. Ada juga klien iklan kami dari produk kopi, yang kami turut tayangkan dalam cerita komik yang berjudul 5 Menit Sebelum Tayang. Dari kedua klien ini Makko sudah mengantongi omset 60 juta. Belum lagi pendapatan yang kita dapat dari penyelenggaraan acara yang membawa karakter komik Makko. Sejak kami mulai online di bulan Mei 2011, Makko sudah mengantongi omset sekitar Rp 200 juta “ ungkap Sunny.
Dengan omset yang fantastis untuk beberapa kerjsama iklan dan penyelenggaraan acara. Makko kini semakin gencar mengenalkan karakter komik online mereka. Tujuannya, supaya masyarakat mengenal kemudian suka dan menjadi fans dari karakter komik online Makko. Sehingga karakter komik tersebut akan dialihkan menjadi marchandise berupa mainan atau kaos yang diperjual-belikan. Dengan begitu komik online sudah menciptakan ladang bisnis baru.
Sebaliknya, Makko tidak hanya mencari keuntungan tanpa ada pengeluaran. Karena pengeluaran utama dalam bisnis ini adalah membayar honor komikus yaitu 100 ribu untuk setiap halaman. Deadline bagi komikus sebulan harus bisa menyelesaikan 24 halaman. Jadi kalau si komikus mampu beserta covernya, komikus tersebut akan menerima pembayaran 2,5 juta perbulannya. Selain kreatif mencari peluang bisnis, Makko juga memberikan peluang usaha bagi komikus.