Charles Santoso (Animal Logic’s concept artist)

Bagi yang belum kenal dengan Charles, dia adalah concept artist yang sekarang bekerja di Animal Logic, Australia. Di Animal Logic Charles Santoso berperan dalam proses pembuatan film layar lebar Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole (2010). Selain sebagai concept artist/desainer profesional di Animal Logic Charles Santoso juga mengajar di College of Fine Arts , the University of New South Wales, Sydney, Australia. Di sela-sela waktu sibuknya dia mempunyai kegemaran membuat sketsa di mini sketchbooknya, mengunjungi bookstores dan menyukai funny creatures yang bisa dilihat dari sketsa-sketsanya yang banyak bertemakan funny creatures




Silakan langsung saja dinikmati interview Kami dengan Charles Santoso. Semoga bermanfaat.
—————————————————————————————————————————
1. Bagaimana ceritanya sampai Anda memilih jadi ilustrator/concept artist seperti sekarang ini? Misalnya belajar di mana dan dengan siapa? Terinspirasi oleh siapa?

Saya mulai tau tentang dunia ‘concept art’ sejak masa2 SMU di Bandung. Walaupun saat itu saya masih kurang jelas tentang apa sich pekerjaan concept artist it sebenarnya. Yang saya tau, saya suka menggambar sejak kecil dan belom pernah bosen ngelakuin itu. Di waktu itu, kebanyakan inspirasi saya datang dari komik2 yang beredar di Indo. Saya mulai diperkenalkan dengan komik2 dari berbagai negara, dari Eropa seperti Tintin, Smurfs, Asterix & Obelix, komik2 superhero dari USA, komik2 hongkong dan komik2 jepang. Salah satu komik indo yang saya suka banget adalah komik strip ‘Panji Koming’ (mudah2an sampai sekarang masih ber-edar). Saya lebih tau tentang pekerjaan concept art sejak access internet mulai terbuka lebih lebar. Saya banyak membaca bagaimana film, video game dibuat dan research lebih dalam tentang proses pembuatan produk2 itu. Tentang belajar dari siapa, saya tidak pernah masuk sekolah khusus concept art… saya selalu belajar “bagaimana menggambar lebih baik” dari orang2 di sekitar saya, mulai dari orang2 komik & komunitas gambar di Bandung, orang2 yang saya pernah bertemu walaupun hanya 1-2 jam dan orang2 yang saya ketemu di ‘dunia internet’. Pekerjaan saya setelah kuliah tak ada hubungan sama sekali dengan concept art atau illustrasi. Saya lebih focus ke dunia graphic design, mempelajari lebih dalam tentang typography, komposisi halaman untuk layout print dan website.. di waktu luang saya, saya masih tetap menggambar karena itu hal yang saya suka. Pendek kata, pekerjaan graphic design dan portfolio illustrasi & design saya yang akhirnya membawa saya ke pintu dunia perfilman.

2. Ok, sekarang mengenai film Legend Of The Guardians, sebagai concept artist pastinya, hal spesifik apa di Legend of The Guardians yang merupakan kreasi atau tanggung jawab dari peran Anda tersebut? (misal karakter, item atau area tertentu)

Di Legend of The Guardians (LOTG), saya mulai dengan explorasi karakter2. Perlu diketahui sebelumnya bahwa pembuatan concept art di film adalah hasil kolaborasi/team work – saya bekerja dengan banyak ‘very talented & inspiring’ concept artist, production designer & art director di LOTG art department. Saya beruntung bisa ikut dalam explorasi pembuatan sebagian besar karakter di film ini. Beberapa karakter yang saya lebih banyak focus di pembuatannya adalah Soren, Eglantine, Gylfie, Digger, Marella, Vampire Bats. Di daerah environment, saya mendapat tugas untuk mendesain lokasi rumah Soren, ‘Ambala’ tempat dimana Soren & Gylfie bertemu Twillight & Digger, beberapa spesifik lokasi di St.Aggies dan Ga’hoole Tree. Untuk items/props.. saya mendesain semua alat di Forge (tempat pembuatan senjata & armor), walaupun akhirnya hampir semua barang2 di lokasi itu tak terlihat di final film. Selain itu saya juga mengeksplore dan membantu memecahkan bagaimana cara beberapa props dan senjata bisa dipakai secara “natural” oleh para burung hantu.

3. Dengan peran Anda sebagai concept artist di film Legend Of Guardians yang diadaptasi dari buku, bagaimana langkah-langkah yang Anda tempuh dalam membuat concept designnya? Apakah dari manual dulu atau digital?

Buku original banyak membantu untuk memberi kesan awal tetang dunia LOTG. Banyak informasi dari buku yang bisa kita ambil unuk sketsa awal beberapa karakter and lokasi.. tapi akhirnya kita tetap harus mulai semuanya dari awal lagi.. dan mulai mengeksplore options untuk memberi solusi terbaik untuk final film. Soal alat kerja.. kita boleh mulai dari apapun (manual/digital).. untuk LOTG, saya biasa mulai dengan pencil dan masuk ke digital untuk pengerjaan akhir (rendering).

4. Bisa diceritakan sedikit tentang konsep (dari inspirasi, prosesnya, perkembangan desainnya) dari apa yg Anda desain dan kerjakan di film tersebut?

Untuk karakter, pertama2 saya harus ‘mengenal’ karakter yang saya kerjakan. Saya mulai dengan membaca karakter awal dari buku.. lalu dari film script. Setelah saya mulai kenal dengan karakternya, saya mulai dengan research.. research & research. Research untuk melihat species burung hantu untuk karakter, bagaimana burung hantu bergerak dan juga kadang2 beberapa aktor/aktris yang saya pikir cocok untuk karakter itu. Setelah research.. saya mulai menggambar sketsa options. Setelah sketsa2 dipilih oleh art director.. lalu saya masuk ke sketsa yang lebih detail.. dan akhirnya rendering process. Process ini mirip juga dengan proces design untuk environment & props.

5. Sekarang sedikit balik ke kebelakang nih, bagaimana ceritanya sampai Anda bisa ikut terlibat dalam project Legend Of The Guardians ini?

Saya sendiri tak pernah menyangka kalau saya bisa mendapat kesempatan seperti ini – saya yakin banyak sekali orang2 yang bisa menggambar lebih baik dari saya. Pada saat saya masuk Animal Logic, saya ditempatkan untuk membantu di bagian TV Commercial. Pada satu hari saya diberi kesempatan untuk memberi beberapa ide untuk karakter Soren – dan setelah short event itu, disinilah saya sekarang.

6. Sekarang sudah bisa dibilang kalau Anda sudah berhasil menembus dunia internasional, ada tips yang bisa dibagikan buat para artis Indonesia yang sedang merintis kariernya di dunia kreatif, baik artis 2d atau 3d.

Mungkin ini akan kedengeran cliche.. tapi cari tahu apa yang kita benar2 suka kerjakan, jangan sombong dan puas atas hasil yang kita sudah buat sekarang dan marilah kita trus belajar. Dunia benar2 luas & dengan internet, kita lebih bisa banyak mendapatkan informasi yang kita tak bisa dapat sebelumnya. Dan mudah2an kita mengerjakan art/design karena kita memang suka/cinta/passionate akan art/design. Dengan itu semua yang kita kerjakan (mudah2an) akan lebih punya arti lebih dari uang atau status.

7.Kira-kira menurut Anda berdasarkan pengalaman Anda di industri kreatif, sebenarnya apa sih yg diperlukan agar seorang artis bisa berhasil dalam perjalanan kariernya.

(jawabannya mirip dengan pertanyaan 6)

8.Menurut Anda dimana sih fungsi forum online, blog atau website dalam membantu perkembangan seorang artist? Adakah peran penting dari media-media tersebut semisal forum online sebut saja CGSociety, Conceptart.org, atau yang di Indonesia ya seperti IndoCG.

Forum online itu penting untuk lebih membuka mata kita tentang orang2 yang juga terjun di bidang yang mirip/sama. Online forum juga penting untuk membina interaksi dan komunikasi antara sesama artist/designer. Banyak pelajaran dan connection yang kita bisa ambil/bina dari forum2 online yang baik, lokal maupun international.

9. Di dunia 2d sering ada pengelompokan terhadap 2d artis sesuai dengan style yg dia kembangkan, seperti style America yang cenderung berotot dan realistic, style anime jepang, dan lain sebagainya. Sebagai concept designer, menurut Anda perlukah seorang artis menguasai style tertentu atau mungkin lebih baik bisa menguasai banyak style?

Yang paling penting menurut pendapat pribadi saya adalah selalu kembali ke fondasi dasar – dan melihat ‘real life’ buat inspirasi. Style akan keluar secara natural karena sifat, kebiasaan, experience dan pandangan kita tentang dunia.

10.Apa dreams, goal atau ekspektasi dari diri Anda sendiri kedepan sebagai seorang artis. Misal ingin mendirikan studio sendiri atau ingin terlibat project dengan seseorang, atau hal lainnya mungkin.

Untuk kedepan, saya masih terbuka untuk berbagai options. Saya selalu mencari sesuatu yang berhubungan dengan ‘good storytelling’. Saya ada beberapa personal project yang masih saya ingin bereskan – buku cerita anak salah satunya… dan yang pasti terus banyak belajar

Terima kasih kepada IndoCG, terutama Firman Syah, untuk interviewnya. Moga2 bisa sedikit berguna buat kawan2 yang lain
—————————————————————————————————————————
Untuk lebih detail mengenai Charles Santoso dan karya-karyanya silakan kunjungi laman blognya di http://minitreehouse.blogspot.com/.

* informasi diambil dari website Alfa Creative, http://www.alfacreative.net/about/
**gambar-gambar yang dipakai pada halaman ini diambil dari halaman blog Charles Santoso, di http://minitreehouse.blogspot.com/ dan ditampilkan atas seizin yang bersangkutan

*btw sebenarnya interviewnya masih kurang “jelas” nih (kalo mnurut local kontent) kurang ada pertanyaan bagaimana dia dari indonesia bisa sampai nyangkut di sana.. :D ada sedikit mising link disitu.. :) tapi yang penting maju terussss local kontentttttttt

diambil dari sini : http://indocg.com/forums/viewtopic.php?id=3606&p=1